Warga Dukuh Sepat: Batalkan Ruislag dan Alih Fungsi Waduk Sepat!

LBH Surabaya – Warga Dukuh Sepat tetap gigih dan semangat dalam memperjuangkan hak-haknya yang terlanggar atas perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Walikota Surabaya, Ketua DPRD Kota Surabaya, dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I. Puluhan warga menggelar aksi demontrasi di depan kantor DPRD Kota Surabaya, Rabu (26/10) siang.

“Kami tetap akan memperjuangkan hak asasi kami sampai titik darah penghabisan sekalipun,” tegas Koordinator Aksi, Dian Purnomo. “Buktikan Surabaya Kota Hijau. Batalkan ruislag dan alih fungsi Waduk Sepat,” imbuhnya.

Setelah melakukan orasi, perwakilan warga dipersilakan untuk beraudiensi dengan Komisi A DPRD Kota Surabaya. Perwakilan warga ditemui oleh empat anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, yakni Herlina Harsono, D. Adi Sutarwijoyo, Siti Maryam, dan Pertiwi Ayu Khrisna.

Hasilnya, warga diminta untuk mengirimkan kronologi kasus Waduk Sepat ke Komisi A. Setelah itu, Komisi A akan mempelajari kasus tersebut.

Lebih lanjut, Komisi A berjanji akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Komisi terkait, yakni Komisi C. “Kami akan mempertanyakan perkembangan penyelesaian atas kasus Waduk Sepat kepada Komisi C,” tutur Herlina Harsono. Selain itu, Komisi A juga bersedia untuk memfasilitasi warga dalam proses mediasi atas kasus tersebut.

Aksi warga berlanjut di depan Balai Kota Surabaya. Harapannya, warga dapat beraudiensi langsung dengan Walikota Surabaya. Namun, orang nomor satu di Kota Surabaya itu tak ada di tempat, karena sedang ada kegiatan di Inggris.

Ketika di Balai Kota, perwakilan warga ditemui oleh Kabagkesbanglinmas Pemkot Surabaya, Sumarno. Pihaknya berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada Walikota.(*/zal)

Tim Advokasi Waduk Sepat Segera Susun Replik

LBH Surabaya – Setelah tertunda satu pekan, tergugat III, Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I, akhirnya menyampaikan jawabannya atas gugatan penggugat, Hermanto. “Menolak gugatan penggugat atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima,” tulis tergugat III dalam jawabannya yang disampaikan di persidangan yang digelar di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (7/9).

Di dalam salah satu eksepsinya, tergugat III menyampaikan, gugatan kurang pihak karena tidak melibatkan PT Ciputra Surya, Tbk., sebagai yang berkepentingan. Menurut kuasa hukum penggugat yang tergabung dalam Tim Advokasi Waduk Sepat, gugatan penggugat sudah tepat dan tidak kurang pihak. Pasalnya, PT Ciputra Surya, Tbk., bukan merupakan penyelenggara negara, sehingga tak memiliki kualifikasi sebagai tergugat dalam gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan dengan mekanisme citizen law suit.

Atas jawaban tersebut, Tim Advokasi Waduk Sepat selaku kuasa hukum penggugat akan segera menyusun replik atau tanggapan atas jawaban para tergugat. Diagendakan, replik akan disampaikan pada Rabu mendatang (14/9).(*/zal)

Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I Tidak Siap Sampaikan Jawaban

LBH Surabaya – Sidang lanjutan kasus tukar guling Waduk Sepat kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (31/8). Agenda sidang kali ini adalah penyampaian jawaban gugatan oleh Tergugat I, Tergugat II, dan Tergugat III.

Saat persidangan berlangsung, Tergugat I dan Tergugat II telah menyampaikan jawabannya. Namun, Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I selaku Tergugat III melalui kuasa hukumnya, menyatakan, belum siap untuk menyampaikan jawabannya. “Kami masih belum siap, Yang Mulia,” jawab kuasa hukum Kepala Kantor Pertanahan Kota Surabaya I saat ditanyakan kesiapannya oleh majelis hakim.

Akibat tidak siapnya Tergugat III menyampaikan jawaban, sidang ditunda dan akan digelar lagi pada Rabu (7/9). Agenda sidang selanjutnya adalah penyampaian jawaban gugatan dari Tergugat III.

Sementara itu, salah satu warga Dukuh Sepat yang menghadiri persidangan sempat mengomentari ketidaksiapan Tergugat III usai persidangan ditunda. “Jika terus ditunda, maka sidang akan berlangsung lama,” ungkapnya.

Kuasa hukum Penggugat, Hermanto, yang tergabung dalam Tim Advokasi Waduk Sepat meminta kepada warga yang menghadiri persidangan untuk bersabar, karena agenda sidang ke depan juga masih panjang. Selanjutnya, kuasa hukum akan segera menyusun tanggapan atas jawaban dari para Tergugat.(*/leh)