Pelatihan Paralegal Dasar bagi Target Group

LBH Surabaya – Para Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) ikuti “Pelatihan Paralegal Dasar bagi Target Group”. Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama antara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dengan The Asia Foundation (TAF) didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dalam bingkai program eMpowering Access To Justice (MAJu).

Direktur LBH Surabaya, Abd. Wachid Habibullah, S.H., M.H. membuka pelatihan yang digelar di Hotel Savana dan Convention Malang, Kota Malang, ini. “Kami berharap kepada peserta untuk berproses secara sungguh-sungguh dan mengeksplorasi seluruh kemampuan pemateri dan fasilitator untuk memahami segala materi yang disampaikan,” ungkapnya kepada peserta yang akan dilatih mulai Senin (25/3) hingga Rabu (27/3).

Dalam pelatihan ini, Ketua Bidang Jaringan dan Kampanye YLBHI, Arip Yogiawan, S.H., bertindak sebagai fasilitator. Sementara itu, hadir 21 peserta yang berasal dari lembaga mitra LBH Surabaya dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Kediri, Gresik,. Di antaranya adalah perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur, Center for Marginalized Communities Studies (CMARs), GAYa Nusatara, Perwakos, Perwasid, OGAWA, Aishiteru, Laskar Hijau Probolinggo, Laskar Hijau Banyuwangi, Balai Perempuan (BP), FSPMI Jatim, Walhi Jatim, Ecoton, Tumpang Pitu Banyuwangi.

Pada hari pertama, peserta disajikan beberapa materi terkait konsep dasar Keparalegalan. Pemateri pertama dalam pelatihan ini adalah Arip Yogiawan, Ketua Bidang Jaringan dan Kampanye YLBHI. Pada sesi selanjutnya dipertajam dengan penyampaian dari Moh. Soleh, S.H., Kepala Bidang Kasus Lingkungan dan Agraria LBH Surabaya yang memaparkan terkait materi Hukum Dasar. Serta ada beberapa pemateri lagi yang mengisi kegiatan pelatihan ini yaitu, Abd. Wachid Habibullah, SH.MH., Muktiono, SH.MH.,Riesta Yoga P, SH. MH., Wiwik Afifah, dan Aan Anshori.

Pelatihan yang berjalan selama 3  hari ini dibangun dengan suasana serius dan santai, sehingga para peserta dapat membantu dalam kerja-kerja bantuan hukum lebih dikenal sebagai Masyarakat Dampingan atau Binaan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang diberdayakan serta mendapatkan ketrampilan dibidang hukum yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat disekitar atau komunitasnya yang sedang mengalami permasalahan hukum.

Lokakarya Organisasi Bantuan Hukum “Memperluas Akses Keadilan bagi Kelompok Marginal”.

LBH Suarabaya – Para Organisasi Bantuan Hukum (OBH) ikuti Lokakarya Organisasi Bantuan Hukum yang bertemakan “Memperluas Akses Keadilan bagi Kelompok Marginal”. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama antara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dengan The Asia Foundation (TAF) didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dalam bingkai program eMpowering Access To Justice (MAJu).

Dalam Lokakarya ini, Alumni Pengacara Publik LBH Surabaya, Hosnan, S.H., bertindak sebagai fasilitator. Sementara itu, hadir juga Dr. Zainul Hamdi dan Titin Dwi S sebagai Narasumber menjelaskan terkait problem yang dialami oleh Komunitas Marginal yang sering terjadi. Lokakarya Jaringan Organisasi Bantuan Hukum tersebut di hadiri 24 peserta yang berasal dari lembaga mitra LBH Surabaya dari empat kota/kabupaten di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Jember. Di antaranya adalah perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur, Center for Marginalized Communities Studies (CMARs), Savy Amira, LLH Universitas Muhammadiyah Surabaya, DPC IKADIN Surabaya, DPC IKADIN Jember, DPC Peradi Surabaya, YLPK Jatim, SCCC, LBH UINSA Surabaya, LKBH UMSIDA, LBH FSPMI Jatim, LBH Pusura, OBH Takawida Jember, WCC Dian Mutiara Malang, PAHAM Jember, OBH Koalisi Perempuan Ronggolawe Tuban, Perwakos, JAI Jatim, Gaya Nusantara, Penyintas Syiah Sampang.

Pelaksanaan kegiatan Lokakarya dilaksanakan selama 2 hari Tanggal 25-26 September 2018 di Hotel Ibis Style Malang. Materi yang dijelaskan pada Lokakarya terkait Problem yang dialami oleh Komunitas Marginal yang sering mendapatkan Diskriminasi, harapan dari acara ini adanya pemahaman Jaringan OBH untuk memberikan pendampingan kasus minoritas agama, Perempuan dan Kelompok Inklusi Lainnya serta adanya Komitmen Jaringan OBH memberikan pendampingan kasus agama, perempuan dan kelompok Inklusi Lainnya.

PENGUMUMAN LULUS KEGIATAN KALAMBAHU

Bersama ini kami sampaikan bahwa nama-nama yang disebutkan dalam lampiran yang tak terpisahkan dari pengumuman ini adalah Peserta Karya Latihan Mahasiswa Bantuan Hukum (KALAMBAHU) YLBHI-LBH Surabaya tahun 2018 yang dinyatakan telah LULUS Kegiatan KALAMBAHU 2018.

Sehubungan dengan hal diatas, kami sampaikan bahwa terdiri dari 21 Peserta yang Lulus dan 3 Peserta Lulus Bersyarat. Bagi 3 peserta yang lulus bersyarat bisa menyelesaikan tugas yang sudah diberi oleh pihak panitia, dan sertifikat akan diberikan jika tugas tersebut sudah diselesaikan.

Demikian pengumuman ini ,atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terimakasih.

 

Surabaya, 14 Agustus 2018

Hormat Kami,

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya

 

Sahura, S.H., M.H.

Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama

Lampiran Surat bisa download disini