Workshop Penyelenggaraan Bantuan Hukum bagi Organisasi Bantuan Hukum

LBH Suarabaya – Para Organisasi Bantuan Hukum (OBH) ikuti Workshop Penyelenggaraan Bantuan Hukum Bagi Organisasi Bantuan Hukum yang bertemakan Mekanisme Verifikasi dan akreditasi, Pelaporan (SidWorkshop Penyelenggaraan Bantuan Hukum bagi Organisasi bantuan Hukumbankum), Evaluasi dan Pengawasan Layanan Bantuan Hukum Di Jawa Timur. Workshop ini terselenggara atas kerjasama antara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dengan The Asia Foundation (TAF) didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dalam bingkai program eMpowering Access To Justice (MAJu).

Dalam Workshop ini, Alumni Pengacara Publik LBH Surabaya, Hosnan, S.H., bertindak sebagai fasilitator. Sementara itu, hadir juga Dian Megawati, S.H., M.H. perwakilan dari Kementerian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Jawa Timur dan Freddy Andreas Caesar , S.H. (PAHAM Jember) sebagai Nasumber. Workshop OBH tersebut di hadiri 26 peserta yang berasal dari lembaga mitra LBH Surabaya dari empat kota/kabupaten di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Makang, dan Jember. Di antaranya adalah perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur, Center for Marginalized Communities Studies (CMARs), LBH Disabilitas Jatim, LLH Universitas Muhammadiyah Surabaya, DPC IKADIN Surabaya, UKBH Universitas Airlangga, YLPK Jatim, SCCC, FSPMI Sidoarjo, LBH UINSA Surabaya, LKBH UMSIDA, BKBH FH Universitas Brawijaya Malang, LBH FSPMI Jatim, BBH FH. Universitas Bondowoso, LPPA Bina Annisa Mojokerto, PPAPL TAKAWIDA Bondowoso, Pusham Ubaya, LPBH NU Bondowoso, LBH Pusura, UKBH Universitas Widya Gama Malang, BPBH FH UNEJ, KPPAI Pasuruan, PAHAM Jember, OBH Koalisi Perempuan Ronggolawe Tuban.

Pelaksanaan kegiatan Workshop dilaksanakan selama 2 hari Tanggal 11-12 Juli 2018 di Hotel Ibis Style Malang. Materi yang dijelaskan pada Workshop terkait Pemetaan Problem Verifikasi, Akreditasi, Pelaksanaan dan Pelaporan (sidbankum), Mekanisme Verifikasi dan Akreditasi, dan Pelaporan (sidbankum), dan Simulasi Verifikasi dan Akreditasi dan  Pelaporan (sidbankum).

Training Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Berserikat

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya bekerjasama dengan Koalisi Kebebasan Berserikat (KKB) dan Yappika Jakarta menjalankan Training Pemantauan & Advokasi Kebebasan Berserikat didukung oleh Program MAJu (Empowering Access to Justice). Kamis (1/3). Pelatihan dilaksanakan 2 hari di Hotel G Suites dengan dihadiri 17 orang peserta dari dalam kota dan 5 orang peserta dari luar kota. Peserta tersebut dari berbagai jejaring LBH Surabaya (Ecoton, Walhi Jatim, KPI Jatim, CMARs, Tumpang Pitu, Intrans Institute, PC NU Surabaya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Spekal, BMP, FNKSDA, FSPMI Sidoarjo, FSPMI Surabaya, FKTS, Papan Jati, Rumah Bhinneka, Gusdurian Sidoarjo, Pusham UBAYA).

Training tersebut di Fasilitatori oleh  3 Fasilitator yaitu Riza Imaduddin Abdali (Yappika), Ronald Rofiandri (PSHK) dan Yunita(LBH Jakarta). Acara Training Pemantauan dan Advokasi Kebebasan Berserikat dibuka langsung oleh Abdul Fatah, S.H., M.H. selaku Kepala Bidang Riset, Pengembangan dan Kerjasama LBH Surabaya “Saya harap dari pelatihan ini para peserta memahami betul makna real demokrasi itu adalah terpenuhya hak-hak sipil politik warga negara. Sehingga tidak ada lagi kasus pembubaran paksa terhadap kelompok-kelompok karena mereka mempunyai hak kebebasan berserikat dan berkumpul” ungkapnya di hadapan 22 peserta Training.

Selanjutnya Materi yang di ajarkan dalam Training ini adalah mengetahui definisi Ormas, sejarah kemunculan UU Ormas, Implementasi UU Ormas, Dampak Pemberlakuan UU Ormas, Mekanisme Pemantauan Implementasi UU Ormas, Mekanisme Penyelesaian Sengketa Litigasi, Mekanisme Penyelesaian Sengketa Non- Litigasi, Mekanisme Pengaduan.

Tujuan dari terlaksananya training ini untuk menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman mengenai permasalahan dan ancaman bagi organisasi masyarakat sipil dalam kebebasan sipil, khususnya jaminan atas kebebasan berserikat. Sehingga peserta bisa menjadi Paralegal yang mempunyai kapasitas untuk melakukan Pemantauan dan Advokasi kasus kebebasan berserikat.

Kalabahu 2016 LBH Surabaya Resmi Ditutup

LBH Surabaya – Karya Latihan Bantuan Hukum (Kalabahu) 2016 Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya resmi ditutup, Sabtu (2/4). Bertempat di Gedung Inspirasi di Desa Wringinamon, Kecamatan Wringinamon, Kabupaten Gresik, acara tersebut ditutup oleh Kepala Bidang Riset, Pengembangan, dan Kerjasama LBH Surabaya, Abdul Fatah, S.H., M.H.

“Kami berharap agar peserta Kalabahu 2016 dapat menerima manfaat dari penyelenggaraan pelatihan ini,” ungkap Abdul Fatah. Ia menambahkan, peserta Kalabahu 2016 yang dinyatakan lulus berhak mendapatkan sertifikat sebagai tanda kelulusan. “Setelah itu, Anda sekalian dapat melakukan pemagangan di LBH Surabaya,” tambahnya.

Di sisi yang lain, menurut peserta Kalabahu 2016, Fajar Dwi Musthofa, dirinya mendapatkan pengalaman baru tentang advokasi kebijakan publik. “Saya harap acara Kalabahu di LBH Surabaya tetap ada dan melahirkan pengacara yang menciptakan keadilan,” tuturnya setelah dinobatkan sebagai peserta dengan nilai terbaik pada Kalabahu 2016 LBH Surabaya.(*/zal)