Pelatihan Paralegal Dasar bagi Target Group

0
448

LBH Surabaya – Para Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) ikuti “Pelatihan Paralegal Dasar bagi Target Group”. Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama antara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dengan The Asia Foundation (TAF) didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dalam bingkai program eMpowering Access To Justice (MAJu).

Direktur LBH Surabaya, Abd. Wachid Habibullah, S.H., M.H. membuka pelatihan yang digelar di Hotel Savana dan Convention Malang, Kota Malang, ini. “Kami berharap kepada peserta untuk berproses secara sungguh-sungguh dan mengeksplorasi seluruh kemampuan pemateri dan fasilitator untuk memahami segala materi yang disampaikan,” ungkapnya kepada peserta yang akan dilatih mulai Senin (25/3) hingga Rabu (27/3).

Dalam pelatihan ini, Ketua Bidang Jaringan dan Kampanye YLBHI, Arip Yogiawan, S.H., bertindak sebagai fasilitator. Sementara itu, hadir 21 peserta yang berasal dari lembaga mitra LBH Surabaya dari berbagai kota/kabupaten di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Malang, Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Kediri, Gresik,. Di antaranya adalah perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur, Center for Marginalized Communities Studies (CMARs), GAYa Nusatara, Perwakos, Perwasid, OGAWA, Aishiteru, Laskar Hijau Probolinggo, Laskar Hijau Banyuwangi, Balai Perempuan (BP), FSPMI Jatim, Walhi Jatim, Ecoton, Tumpang Pitu Banyuwangi.

Pada hari pertama, peserta disajikan beberapa materi terkait konsep dasar Keparalegalan. Pemateri pertama dalam pelatihan ini adalah Arip Yogiawan, Ketua Bidang Jaringan dan Kampanye YLBHI. Pada sesi selanjutnya dipertajam dengan penyampaian dari Moh. Soleh, S.H., Kepala Bidang Kasus Lingkungan dan Agraria LBH Surabaya yang memaparkan terkait materi Hukum Dasar. Serta ada beberapa pemateri lagi yang mengisi kegiatan pelatihan ini yaitu, Abd. Wachid Habibullah, SH.MH., Muktiono, SH.MH.,Riesta Yoga P, SH. MH., Wiwik Afifah, dan Aan Anshori.

Pelatihan yang berjalan selama 3  hari ini dibangun dengan suasana serius dan santai, sehingga para peserta dapat membantu dalam kerja-kerja bantuan hukum lebih dikenal sebagai Masyarakat Dampingan atau Binaan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang diberdayakan serta mendapatkan ketrampilan dibidang hukum yang dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat disekitar atau komunitasnya yang sedang mengalami permasalahan hukum.

TIDAK ADA KOMENTAR

LEAVE A REPLY