Akhirnya, Sengketa Tanah Masjid Al-Badar Disidang di PN Surabaya

0
377

LBH Surabaya – Persidangan perkara nomor: 897/Pdt.G/2016/PN.SBY antara Moesamah selaku penggugat melawan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sebagai tergugat I, Ta’mir Masjid Al-Badar sebagai tergugat II, dan Muhaimin serta Eddy Setiawan masing-masing sebagai turut tergugat I dan II berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (24/1). Digelar di Ruang Sari I, agenda sidang kali ini adalah penyampaian jawaban tergugat II serta turut tergugat I dan II yang dikuasakan kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya.

Perkara ini bermula dari adanya sengketa tanah dan bangunan milik Masjid Al-Badar yang sebenarnya digunakan untuk rumah modin dan jandanya yang kini ditempati oleh penggugat. Awalnya, Masjid Al-Badar menempati tanah yang merupakan aset milik Pemkot Surabaya di Jalan Tambaksari II/2, Surabaya. Namun, pada 2005, Pemkot Surabaya mengeluarkan Surat Keputusan Walikota Surabaya Nomor: 188.46/45/436.1.2/2005 tanggal 4 Maret 2005 yang pada pokoknya Pemkot melepaskan asetnya kepada pengurus Masjid Al-Badar untuk digunakan sebagai tempat sosial keagamaan.

Hingga kini, penggugat masih menghuni rumah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari Masjid Al-Badar. Pihak pengurus Masjid al-Badar telah mengupayakan penyelesaian permasalahan ini secara kekeluargaan. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, penggugat mengajukan gugatan di PN Surabaya. Persidangan akan dilanjutkan kembali pada Selasa (7/2) dengan agenda replik dari pihak penggugat. (*/jau)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY