Hak Pesangonnya Tidak Kunjung Jelas, Sudarsono Gugat PT Merak Jaya Beton

0
636

LBH Surabaya – Sidang lanjutan yang keempat perkara perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) antara Sudarsono melawan PT. Merak Jaya Beton berlangsung di Pengadilan Hubungan Industrial Surabaya, Senin (23/1). Agenda sidang dalam perkara nomor 173/G/2016/PHI.SBY kali ini adalah penyampaian jawaban dari pihak tergugat. Persidangan akan dilanjutkan kembali pada Senin (6/2) dengan agenda penyampaian replik dari pihak penggugat.

Sebelumnya, perkara ini berawal dari di PHK-nya karyawan PT.Merak Jaya Beton, Sudarsono, bersama dengan 18 orang rekannya pada 20 Februari 2016. Setelah mendengar kabar dirinya termasuk dalam karyawan yang terkena PHK, Sudarsono lantas berusaha untuk meminta kejelasan terkait statusnya serta kejelasan mengenai pemenuhan hak pesangonnya.

Karena tidak kunjung mendapat kejelasan mengenai status kerja dan pemenuhan hak pesangonnya, Sudarsono memutuskan untuk mengadakan perundingan (bipartit, red) dengan pihak perusahaan. Ternyata, perusahaan hanya sanggup memberikan pesangon sebanyak 3 kali upah bulanan yang diterima oleh Sudarsono.

Merasa jumlah pesangon yang ditawarkan oleh pihak perusahaan terlalu kecil, dengan mengingat masa kerjanya yang sudah mencapai sembilan tahun, Sudarsono menolak tawaran dari perusahaan. Perundingan antara Sudarsono dengan perusahaan tidak mencapai titik temu.

Sudarsono terus memperjuangkan haknya dengan membawa permasalahan ini ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya untuk diadakan perundingan (tripartit, red). Seiring berjalannya waktu, perundingan inipun gagal. Pasalnya, ketika diadakan mediasi, pihak perusahaan sering mangkir.(*/jau)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY