Pelatihan Gender dan Inklusi Sosial bagi Mitra Pembela HAM

0
378

LBH Surabaya – Para Pembela Hak Asasi Manusia (HAM) ikuti “Pelatihan Gender dan Inklusi Sosial”. Pelatihan ini terselenggara atas kerjasama antara Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya dengan The Asia Foundation (TAF) didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dalam bingkai program eMpowering Access To Justice (MAJU).

Kepala Bidang Riset, Pengembangan, dan Kerjasama LBH Surabaya, Abdul Fatah, S.H., M.H, membuka pelatihan yang digelar di Hotel Harris dan Convention Malang, Kota Malang, ini. “Kami berharap kepada peserta untuk berproses secara sungguh-sungguh dan mengeksplorasi seluruh kemampuan pemateri dan fasilitator untuk memahami segala materi yang disampaikan,” ungkapnya kepada peserta yang akan dilatih mulai Selasa (11/1) hingga Rabu (12/1).

Perwakilan The Asia Foundation (TAF), Renata, mengatakan, pelatihan ini dimaksudkan sebagai kegiatan peningkatan kapasitas bagi para Pembela HAM dan di luar kegiatan Program MAJU. “Tetapi, tetap pada bingkai program tersebut yang didukung oleh USAID,” katanya.

Dalam pelatihan ini, Pengacara Publik LBH Surabaya, Sugianto, S.H., bertindak sebagai fasilitator. Sementara itu, hadir 22 peserta yang berasal dari lembaga mitra LBH Surabaya dari empat kota/kabupaten di Jawa Timur, yakni Surabaya, Sidoarjo, Makang, dan Jember. Di antaranya adalah perwakilan dari Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Jawa Timur, Center for Marginalized Communities Studies (CMARs), Gusdurian, Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (LBH HMI), Balai Perempuan (BP), KC FSPMI, Malang Corruption Watch (MCW), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU), Laskar Pembela Bumi Pertiwi (LPBP) Surabaya, dan Prajurit Pelangi Surabaya.

Pada hari pertama, peserta disajikan beberapa materi terkait konsep dasar serta ketidakadilan gender dan inklusi sosial. Pemateri pertama dalam pelatihan ini adalah Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, Dosen Fakultas Ushuludin Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya) yang menyampaikan materi tentang “Ketidakadilan Gender Tematik dalam Isu LGBTI dan Isu Minoritas Suku, Ras, Agama, dan Aliran Ideologi”. Pada sesi selanjutnya dipertajam dengan penyampaian dari Abdul Fatah, S.H., M.H., Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya yang memaparkan terkait “Kasus-Kasus Ketidakadilan Gender dan Inklusi Sosial Tematik”.

Pada hari kedua, materi yang disampaikan oleh Wiwik Afifah, S.Pi., S.H., M.H.,. Dalam kesempatan kali ini, Dosen Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya itu menyampaikan materi tentang “Ketidakadilan Gender dan Inklusi Sosial Tematik dalam Isu Kekerasan Perempuan dan Anak serta Isu Perburuhan”.

Pelatihan yang berjalan selama dua hari ini dibangun dengan suasana serius dan santai, sehingga para peserta dapat memiliki sensitifitas terhadap gender dan inklusi sosial di masyarakat. Lebih lanjut, peserta dalam pelatihan ini diharapkan mampu mengetahui dan menganalisis kasus-kasus ketidakadilan gender dan inklusi sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.(*/gik)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY