Komnas HAM akan Turunkan Tim Investigasi ke Lakardowo

0
438

LBH Surabaya – Dua puluh orang warga Lakardowo, Mojokerto, yang tergabung dalam kelompok Penduduk Lakardowo Bangkit (Pendowo Bangkit) mengadukan dugaan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Desa Lakardowo, Mojokerto, kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Selasa (25/10). Tepat pukul 10.15 WIB, Komisioner Komnas HAM, Nurkhoiron, menerima dengan baik dan akan segera melakukan tindak lanjut.

Pengaduan oleh Pendowo Bangkit tercatat dalam nomor agenda 112.208 perihal kasus pencemaran dalam kegiatan penimbunan limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) yang diduga dilakukan PT Putra Restu Ibu Abadi (PRIA) di Desa Lakardowo, Mojokerto, yang lokasi kegiatan usahanya sangat dekat dengan warga yang menyebabkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. “Pada tahapan pertama, kami akan melakukan pemantauan atas permasalahan tersebut,” ungkapnya.

Menurut Pendowo Bangkit, perbuatan melawan hukum yang dilakukan perusahaan pengelola limbah tersebut telah menyalahi konstitusi dan peraturan perundang-undangan tentang HAM, khususnya hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. “Di Komnas HAM, kami juga melaporkan adanya intimidasi dari aparat kepolisian terkait tindakannya memanggil warga tanpa alasan yang jelas, bahkan ada yg dipanggil paksa, diperiksa di dalam mobil polisi selama perjalanan, lalu warga tersebut dilepas di jalan begitu saja. Selain itu, juga ada patroli dari kepolisian di Desa Lakardowo dengan membawa senjata laras panjang yang menyebabkan warga merasa ketakutan,” ungkap salah satu warga yang tergabung dalam Pendowo Bangkit.(*/ra)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY