Mahasiswa Membaca Munir

0
302

LBH Surabaya – Acara “Malam Menyimak Munir, Pekan Merawat Ingatan” diawali dengan diskusi publik yang diikuti oleh 40 mahasiswa di Jawa Timur, Jumat (9/9). Diskusi yang berlangsung di Aula Kantor LBH Surabaya itu mengambil tema “Mahasiswa Membaca Munir: Refleksi Gerakan Mahasiswa Kekinian”.

Ketua Panitia, Sugianto, S.H., mengatakan, diskusi kali ini merupakan bagian dari rangkaian acara yang akan berakhir pada malam nanti. “Diskusi yang pertama ini kami khususkan pesertanya dari mahasiswa di Jawa Timur,” katanya.

Menurutnya, pelibatan mahasiswa dalam acara itu dipandang sangat penting. “Pergerakan mahasiswa saat ini harus kembali mendekatkan diri pada masyarakat tertindas, seperi halnya yang telah dicontohkan oleh Cak Munir,” ungkap Pengacara Publik LBH Surabaya tersebut.

Panitia mencatat, mahasiswa yang menjadi peserta antara lain dari Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Trunojoyo Madura, Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Universitas Hang Tuah Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. “Hadir juga organisasi mahasiswa di Surabaya, seperti HMI, IMM, PMII, GMNI, dan PERMAHI,” tambahnya.

Sebelum memulai diskusi, mahasiswa secara bersama-sama menyaksikan film yang mengkisahkan tentang perjalanan hidup Munir. Hadir sebagai moderator pada acara tersebut adalah Asisten Pengacara Publik LBH Surabaya, Muhammad Busyrol Fuad, S.H., S.H.I.,

Salah satu peserta, Reza, mengungkapkan, mahasiswa sangat terjembatani dengan acara seperti ini. “Diskusi ini juga akan menambah daya juang kita dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat yang tertindas. Kita juga akan mendapatkan gambaran bagaimana semangat Cak Munir dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat tertindas,” ungkap mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga tersebut.

Sementara itu, menurut aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) DPD Jawa Timur, Alsa, dalam pergerakan mahasiswa saat ini, mengidentifikasi lawan adalah salah satu hal yang sangat penting. “Sistem dan struktur yang kapitalis perlu untuk dilawan,” tuturnya.(*/zal)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY