Majelis Hakim Tolak Permohonan PT Ciputra Surya

0
333

LBH Surabaya – Sidang kasus tukar guling Waduk Sepat kembali digelar di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (24/8). Agenda sidang kali ini adalah pembacaan putusan sela oleh majelis hakim atas permohonan intervensi dari PT Ciputra Surya, Tbk.

Dalam putusan sela tersebut, majelis hakim menyatakan, gugatan yang diajukan oleh penggugat merupakan gugatan perbuatan melawan hukum dengan mekanisme citizen law suit. “Karena gugatan ini tidak seperti gugatan dengan mekanisme pada umumnya, maka yang menjadi penggugat adalah warga negara, sedangkan tergugat adalah pemerintah,” ungkap Hakim Ketua, Sigit Sutanto, S.H.

Atas salah satu pertimbangan hukum dalam putusan sela tersebut, majelis hakim memutuskan tiga hal. Pertama, menolak pemohon intervensi (PT Ciputra Surya, Tbk.) untuk masuk dan bergabung dalam gugatan a quo. Kedua, memerintahkan agar melanjutkan sidang. Ketiga, menunda biaya perkara sampai perkara selesai.

Warga Dukuh Sepat yang sedari awal selalu hadir di setiap persidangan menyambut gembira atas putusan sela tersebut. “Alhamdulillah,” seru warga sesaat setelah mendengarkan isi putusan yang dimaksud.

Sebelumnya, Tim Advokasi Waduk Sepat selaku kuasa hukum penggugat menegaskan, PT Ciputra Surya, Tbk., bukan merupakan pemerintah atau penyelenggara Negara Republik Indonesia. Selain itu, PT. Ciputra Surya, Tbk., dalam konteks perkara ini juga bukan pihak swasta yang diserahi oleh pemerintah untuk mengurus kepentingan umum yang menjadi urusan pemerintahan, tetapi murni sebagai perusahaan pengembang. Dengan demikian, PT Ciputra Surya, Tbk., sudah jelas tidak memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai pihak tergugat dalam perkara tersebut.

Selanjutnya, persidangan akan digelar pada Rabu, (31/8) mendatang. Agenda sidang selanjutnya adalah pembacaan jawaban dari para tergugat.(*/leh)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY