LBH Surabaya Gelar FGD

0
344

LBH Surabaya – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mengadakan Focus Group Discussion (FGD) tentang Mekanisme Pemenuhan Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya Pekerja di Kota Surabaya, Kamis (4/8). Acara yang terselenggara atas kerjasama antara LBH Surabaya dengan BPHN Kementerian Hukum dan HAM berlangsung di Aula Kantor LBH Surabaya di Jalan Kidal No. 6, Surabaya.

Acara yang dimulai jam 19.00 WIB itu dibuka langsung oleh Kepala Bidang Penanganan Kasus LBH Surabaya, Hosnan, S.H. Ia mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mengetahui kondisi ketenagakerjaan di Kota Surabaya, khususnya terkait dengan pemenuhan upah minimum kota (UMK) dan tunjangan hari raya (THR) keagamaan.

Pengacara Publik dan Peneliti LBH Surabaya, Moch. Choirul Rizal, S.H.I., mengungkapkan, FGD tersebut merupakan bagian dari aktivitas penelitian yang tengah dilakukan oleh LBH Surabaya. “Penelitian ini fokus pada pola pelanggaran dan mekanisme pemenuhan hak UMK dan hak THR pekerja di Kota Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya, Abdul Fatah, S.H., M.H., mengharapkan, hasil penelitian ini dapat menampung berbagai informasi perihal permasalahan perburuhan di Jawa Timur, khususnya mengenai pemenuhan hak UMK dan hak THR. “Hal ini dapat menjadi bahan dalam melakukan advokasi di ranah kebijakan terhadap berbagai aturan yang merugikan pihak pekerja,” tambah akademisi yang menjadi peneliti dalam kegiatan tersebut.

Acara tersebut diikuti oleh enam peserta. Yakni, perwakilan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Surabaya, perwakilan Relawan Posko Tunjangan Hari Raya (THR) LBH Surabaya-Aliansi Buruh Jawa Timur Arif Supriono, dan empat orang korban pelanggaran pemenuhan THR pada 2016.

Menurut salah satu peserta, Supriyadi, permasalahan perburuhan di Kota Surabaya masih jauh dari kesejahteraan. “Pasalnya, banyak motif-motif yang dilakukan oleh perusahaan untuk tidak membayar upah sesuai dengan UMK Kota Surabaya dan juga melanggar aturan terkait pemberian hak THR,” tuturnya.(*/ad)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY