Mediasi Kasus Waduk Sepat Gagal

0
425

LBH Surabaya – Mediasi dalam penyelesaian kasus tukar guling Waduk Sepat kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (20/7). Agenda mediasi kali ini adalah musyawarah terkait konsep kesepakatan perdamaian yang telah diajukan kedua belah pihak pada Rabu (29/6) yang lalu.

Hasilnya, perdamaian antara penggugat dan tergugat tidak tercapai. Atas kegagalan dalam mediasi tersebut, persidangan kasus tukar guling Waduk Sepat dilanjutkan pada 3 Agustus 2016 mendatang dengan agenda pembacaan jawaban tergugat.

Sebelumnya, dalam konsep kesepakatan perdamaian, penggugat, Hermanto, melalui kuasa hukumnya menuturkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencabut surat keputusan yang menjadi dasar dilakukannya tukar guling tanah berupa waduk yang dikenal dengan Waduk Sepat. “Mengembalikan objek perkara tersebut dalam hak pengelolaan Kelurahan Lidah Kulon yang dalam manajemen pengelolaannya kembali diserahkan kepada warga Dukuh Sepat,” tutur salah satu Kuasa Hukum Penggugat, Subagyo, S.H., yang tergabung dalam Tim Advokasi Waduk Sepat.

Di sisi yang lain, para tergugat menyatakan, proses tukar-menukar antara Pemkot Surabaya dengan PT Ciputra Surya atas bekas tanah kas desa Kelurahan Lidah Kulon telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. “Berdasarkan hal-hal tersebut, maka Tergugat I dan Tergugat II tidak dapat memenuhi permintaan dari Penggugat sebagaimana petitum dalam gugatan nomor 389/Pdt.G/2016/PN.Sby,” tulisnya dalam resume perdamaian.(*/zal)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY