Buruh yang Dikriminalisasi Akhirnya Dibebaskan

0
412

LBH Surabaya – Sidang kasus pencemaran nama baik melalui media sosial pada Pengadilan Negeri Kraksaan, Probolinggo atas nama terdakwa Joko Hariyono pada Senin (20/6) berakhir manis. Mantan karyawan PT Kertas Leces itu akhirnya dibebaskan setelah tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya.

Pada persidangan tersebut, Majelis Hakim berkeyakinan bahwa Jaksa Penuntut Umum tidak dapat membuktikan dakwaannya. “Memutuskan secara sah dan menyakinkan terdakwa tidak melakukan perbuatannya dan dibebaskan dari segala tuntutan hukum, merehabilitasi nama terdakwa, dan membebankan biaya perkara kepada negara,” tutur Hakim Ketua, Agung Irawan, S.H., M.H., saat membacakan putusan.

Setelah mendengar putusan tersebut, seketika terdakwa bersujud sembari berteriak melantangkan takbir. Kebahagiaan itu pun diikuti oleh rekan-rekan terdakwa yang sedari awal persidangan atas kasus ini, yakni pada November 2015, selalu memberikan dukungan moral.

“Selamat untuk perjuangan para buruh, terutama Pak Joko Hariyono, yang telah divonis bebas,” sambut Koordinator Tim Penasihat Hukum dari LBH Surabaya, Istiqfar Ade Noordiansyah, S.H. Ia menambahkan, diharapkan perjuangan kawan-kawan buruh tidak sampai di sini saja dan terus untuk meningkatkan kapasitasnya guna melakukan kegiatan advokasi untuk kawan-kawan buruh. “Serta diharapkan silahturahmi dengan LBH Surabaya akan tetap terjalin,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Serikat Karyawan (SEKAR) Kertas Leces berterima kasih kepada LBH Surabaya yang berkenan menjadi penasihat hukum atas kasus yang menimpa Joko Hariyono tersebut. “Kami akan terus belajar untuk meningkatkan kemampuan guna melakukan advokasi ke depan,” ungkap Asmawi dengan penuh semangat.

Sebelumnya, Joko Hariyono didakwa melakukan tindak pidana sebagaimana dirumuskan dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Kraksaan, Sidarta, Joko Hariyono telah mengunggah komentar di grup facebook yang pada pokoknya telah melakukan pencemaran nama baik terhadap pelapor, yakni Direktur Utama PT Kertas Leces, Budi Kusmarwoto.

Dalam nota pembelaannya, Tim Penasihat Hukum menyatakan, keberanian akan mengalahkan rasionalitas pikiran kita untuk berjuang. Perjuangan buruh ini membuktikan keadilan akan berpihak pada kebenaran yang diperjuangkan dengan keberanian dan akhirnya kebebasan berekspresi diakui oleh negara demokrasi kita, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.(*/gik)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY