Pentingnya Pergerakan Buruh sebagai Modal Pembangunan Suatu Daerah

0
259

LBH Surabaya – Penyuluhan Hukum bagi Komunitas Buruh diadakan pada Senin (6/6) yang bertepatan dengan awal ramadhan 1437 H. Bertempat di Perum Leces Permai, Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, acara tersebut dibuka oleh Pengacara Publik Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Istiqfar Ade Noordiansyah, S.H., dan Ketua Paguyuban Karyawan (Pakar) PT Kertas Leces yang dulu bernama Sekar (Serikat Pekerja) Guntur.

“Kegiatan ini dijadikan salah satu ajang memperkuat pengetahuan bagi para pekerja, karena tantangan ke depan masalah akan semakin banyak yang menghadang. Dapat dilihat ketika perjuangan ini sejak awal dimulai, ada delapan kawan aktivis Pakar telah diseret kemeja hijau oleh pihak PT Kertas Leces dalam proses memperjuangan hak normatif sebagai seorang karyawan PT Kertas Leces ,” ungkap Guntur.

Sementara itu, perwakilan dari LBH Surabaya menyampaikan, penyuluhan ini diselenggarakan atas kerjasama LBH Surabaya dengan Kementrian Hukum dan HAM, karena LBH Surabaya telah terdaftar sebagai Organisasi Bantuan Hukum yang terakreditasi. “Harapannya, pergerakan buruh tidak berakhir dan berhenti ketika menghadapi hambatan,” tutur Istiqfar Ade Noordiansyah, S.H.

Penyuluhan tersebut difokuskan pada materi penguatan pemahaman perlindungan normatif bagi buruh berdasarkan peraturan perundang-undangan di Indonesia. Selain itu, disampaikan pula materi tentang advokasi sederhana untuk buruh.

Sugianto, S.H., sebagai pemateri pertama dan representasi LBH Surabaya, menyampaikan materi “Perlindungan Normatif bagi Buruh Berdasarkan Peraturan Perundang-undangan”. “Hal ini untuk memudahkan dan mengetahui secara sederhana hak-hak normatif yang ada di dalam peraturan peraturan perundang-undangan, sehingga mudah menganalisis pemberi kerja telah melanggar hak buruh atau tidak, dan akan disegerakan untuk melakukan advokasi,” ungkap Pengacara Publik itu di hadapan 49 peserta Penyuluhan Hukum 2016 yang menamai acara ini dengan istilah “Ngopi” alias Ngobrol Pintar.

Selanjutnya, materi yang kedua berkaitan dengan “Hak Buruh di Indonesia dan Advokasi Sederhana untuk Buruh”. Kali ini, pematerinya adalah seorang yang sehari-harinya beraktivitas sebagai Dosen di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya dan Kepala Bidang Riset, Pengembangan, dan Kerjasama LBH Surabaya, Abdul Fatah, S.H., M.H.

Menurutnya, aktivitas LBH Surabaya dalam memberikan bantuan hukum tidak hanya dalam proses litigasi atau bersidang di pengadilan. Namun, lembaga yang beralamat di Jalan Kidal No. 6, Surabaya, itu juga melakukan pendidikan hukum, yakni salah satunya melalui penyuluhan hukum.

Dalam penyampaian materinya, Abdul Fatah menguraikan kendala yang dihadapi sampai pada bagaimana cara advokasi secara sederhana yang dapat dilakukan oleh buruh. “Salah satu contohnya adalah pembukaan sekolah buruh yang nantinya pengisi materi bisa bergatian dari LBH se-Indonesia dan lembaga lain yang konsen dalam isu buruh,” ungkapnya.

“Selain itu, harus ada peran serta dari pemerintah pusat sampai pada level daerah untuk menyelesaikan permasalahan buruh. Jika buruh dan pemodalnya dapat berkembang, maka pembangunan daerah tersebut berkembang pula,” tambahnya.

Acara penyuluhan hukum diakhiri dengan sesi tanya jawab. Setelah itu, acara berlanjut dengan berbuka puasa bersama seluruh peserta.(*/gik)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY