Indra Aswan, Mencari Keadilan dengan Jalan Kaki Keliling Indonesia

0
380

Siaran Pers

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya – Jawa Timur

“Indra Aswan, Mencari Keadilan dengan Jalan Kaki Keliling Indonesia”

 

Surabaya, 20/05/2016 – Indra Azwan, pada Kamis, 19 Mei 2016 telah sampai di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya setelah menempuh perjalanan jauh yang dimulai dari Nangroe Aceh Darussalam pada 09 Februari 2016 yang lalu. Jawa Timur merupakan propinsi ke-16 yang disinggahi oleh Indra Azwan. Sepanjang perjalanannya kali ini, Indra Azwan membawa tulisan yang digantungkan dibadannya: “Terima kasih Mahkamah Agung yang menambah penderitaan saya 23 tahun mencari keadilan”.

Tulisan satir tersebut ingin menunjukkan bahwa perjuangan Indra Azwan dalam menemukan keadilan terus menemui rintangan, setelah sebelumnya, kasus Indra Azwan dinyatakan daluarsa di Peradilan Militer. Indra Azwan kembali dihadapkan pada problem akut lambannya administrasi peradilan Indonesia. Sejak 2013, putusan upaya hukum peninjauan kembali yang ditempuh Indra Azwan dalam perkara atas nama Kompol Joko Sumatri tak kunjung diterimanya.

Pasca aksinya awal April yang lalu, Mahkamah Agung akhirnya bereaksi. Putusan peninjauan kembali perkara ini akhirnya muncul di situs putusan Mahkamah Agung. Dalam putusan peninjauan kembali nomor 08 PK/MIL/2014 dinyatakan bahwa permohonan peninjauan kembali dari Oditur Militer Tinggi pada Oditurat Militer Tinggi III Surabaya tidak dapat diterima dengan alasan klasik, bahwa yang berhak atau yang dapat mengajukan peninjauan kembali adalah terpidana atau ahli warisnya. Dengan demikian, Mahkamah Agung telah menguatkan putusan terdahulu yang membebaskan Kompol Joko Sumatri akibat daluarsanya perkara.

Dalam kasus Indra Azwan telah terjadi undue delay yang parah. Lebih lanjut, “undue delay” adalah penundaan proses penuntasan perkara tanpa alasan. Dalam perkara ini, diduga kuat ada kesengajaan untuk melindungi pelaku yang merupakan aparat kepolisian dengan penundaan pengusutan perkara agar sampai pada masa daluarsa. Bahwa undue delay bertentangan dengan asas umum peradilan yang adil dan jujur, yakni peradilan yang cepat.

“Kasus ketidakadilan seperti yang dialami oleh Pak Indra ini seringkali kita jumpai di masyarakat, namun terkadang masyarakat tidak berani menuntut. Mudah-mudahan nanti Indra- Indra lain akan muncul dan berani mengoreksi ketidakadilan di negeri ini,” tutur Kepala Bidang Penanganan Kasus LBH Surabaya, Hosnan, S.H.

Oleh karena itu, Indra Azwan pada hari ini, Jumat, 20 Mei 2016 akan menemui Gubernur Jawa Timur untuk menyampaikan aspirasi sekaligus bersilaturahim. Selain itu, Indra Azwan akan meminta tanda tangan Gubernur Jawa Timur sebagai bukti aksi jalan kaki keliling Indonesia telah melewati Propinsi Jawa Timur.

Indra Azwan sendiri menyatakan kesiapannya untuk terus berjuang mencari keadilan bagi dirinya dan almarhum anaknya. “Saya tidak akan berhenti mencari keadilan dan akan terus melakukan aksi agar tidak ada lagi oknum aparat kebal hukum dan naik pangkat bila melakukan tindak pidana,” pungkasnya.(*)

Surabaya, 20 Mei 2016

Hormat Kami,

Lembaga Bantuan Hukum  (LBH) Surabaya.

 

CP: 081328183371 (Indra Azwan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY